Lima perkara aneh
Thursday February 19th 2009, 10:33 pm
Filed under:
Kisah Religi
Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyhur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa di antara Nabi-nabi yang bukan Rasul, ada yang menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi bahwasanya dia diperintah seperti ini “Esok engkau dikehendaki keluar rumah di pagi hari menuju ke barat. Yang harus engkau lakukan, pertama: apa yang engkau lihat, maka makanlah. Kedua: sembunyikanlah. Ketiga: terimalah. Keempat: jangan putuskan harapan. Kelima: larilah engkau daripadanya.”
Pada keesokan harinya maka Nabi itupun keluar rumah menuju ke Barat. Kebetulan yang ditemuinya pertama kali adalah bukit besar berwarna hitam. Sangat mustahil bukit itu dimakan?? Sambil kebingungan, Nabi tersebut terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu jadi sebesar roti. Maka Nabi itupun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa manis bagaikan madu. “Alhamdulillah”
Kemudian Nabi melanjutkan perjalanannya, dan beliau menemukan mangkuk emas. Maka sesuai dengan mimpinya, Nabi itupun menggali lubang lalu menimbun mangkuk emas tersebut. Tiba-tiba mangkuk itu keluar lagi dari dalam tanah. Nabi mengubur lagi mangkuk itu tapi seperti yang sebelumnya, mangkuk itu keluar lagi. Kejadian itu sampai ketiga kalinya. Maka berkata Nabi “Aku sudah melaksanakan perintahmu” Lalu dia melanjutkan perjalanan lagi.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dilihatnya seekor burung kecil yang sedang dikejar elang. Didengarnya burung kecil itu berkata “Wahai Nabi Allah, selamatkan aku”. Maka Nabi memasukkan burung tersebut ke sakunya. Dengan simpati, dijaganya burung tersebut. Melihat kejadian tersebut, burung elang mendekat dan berkata kepada Nabi “Wahai Nabi Allah, aku telah mengejar burung itu dari tadi pagi, maka jangan putuskan harapanku akan rejekiku.” Nabi teringat akan pesan di mimpinya, dan Nabi jadi kebingungan memutuskan perkara itu. Akhirnya beliau mengambil pedangnya dan memberikan sayatan pahanya kepada elang. Setelahnya, elangpun pergi dan burung kecilpun dilepaskan oleh Nabi.
Selanjutnya Beliau meneruskan kembali perjalanannya. Tidak lama, Beliau menemukan bangkai yang sangat busuk baunya. Maka dia bergegas lari menjauhi bangkai tersebut karena tidak tahan dengan baunya.
Setelah menemui kelima peristiwa tersebut, maka Nabi kembali ke rumahnya. Dan pada malam harinya, Beliau berdoa kepada Allah meminta petunjuk maksud kelima perkara tersebut. Dan di dalam mimpinya, Allah SWT memberitahukan “Yang pertama engkau makan adalah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat menahan serta mengendalikan maka marah itu akan menjadi lebih manis daripada madu. Yang kedua, amal kebaikan, walaupun disembunyikan, maka ia akan tetap nampak jua. Yang ketiga, jika sudah menerima amanah, maka janganlah kamu khianat. Keempat, jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantunya meskipun kamu sendiri berhajat. Kelima, bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.”
Saudara-saudaraku, kelima kisah ini sesungguhnya adalah seringkali terjadi dalam keseharian kita. Dan yang paling tidak bisa dielakkan adalah membicarakan perihal orang lain. Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwasanya di akhirat nanti ada seorang hamba yang terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya : “Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Engkau berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu.” Maka berfirman Allah SWT : “Ini adalah pahala orang-orang yang menggunjingkan tentang dirimu”. Dengan ini haruslah kita sadar bahwasanya walaupun yang kita bicarakan itu benar, tetapi menggunjing orang lain itu merugikan diri kita sendiri.
Al-Qur’an sang pembela
Thursday February 19th 2009, 10:00 pm
Filed under:
Kisah Religi
Abu Umamah r.a berkata:
“Rasulullah SAW telah menganjurkan kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah memberitahu kami kelebihan Al-Qur’an”
Telah bersabda Rasulullah SAW:
“Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang akan sangat memerlukannya”
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, “Kenalkah kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab: “Siapakah kamu?”
Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”
Kemudian berkata orang-orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu:”Adakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membacanya menghadap Allah SWT. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanannya dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.”
Pada kedua ayah ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya:”Darimanakah kami memperoleh ini semua, padahal amal kami tidak sampai ini?”
Lalu dijawab:”Kamu diberi ini semua karena anakmu telah mempelajari Al-Qur’an.”
SubhanAllah sungguh indah taqwa kepadamu Ya Allah…..tadarus Al-Qur’an di siang dan malam hari…sejuk di hati, di setiap hari…
Perempuan berkalung surban (Woman with a turban)
Monday January 26th 2009, 11:56 pm
Filed under:
!Mixed!
Jombang, 1985. Terkisah seorang gadis kecil putri kyai pemilik Ponpes Al-Huda, mulai beranjak remaja, dengan pemikiran terbuka dan keingintahuan yang besar terhadap dunia. Mencoba melawan tradisi bahwasanya wanita mendapat pahala karena diamnya. Bahwasanya wanita harus melayani laki-laki tanpa gugat sedikitpun. Anisa kecil, hidup sebagai anak yang tidak puas terhadap lingkungannya.
Anisa kecil memaksa belajar berkuda, karena Aisyah juga berkuda, begitu juga putri Budur. Anisa kecil kerap bertanya mengenai keseimbangan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. Anisa kecil menuntut keadilan. Kesemuanya membuat geram ayahnya. Putri Kyai tidak boleh bertingkah kelaki-lakian, tidak boleh kasar, tidak boleh melawan.. Anisa kecil merasa Islam tidak adil terhadap perempuan, sangat tidak adil. Dunia perempuan hanya dapur dan kasur saja. Sesempit itukah??
KISAH CINTA—Anisa kecil sangat dekat dengan pamannya, seorang laki-laki yang hampir seumuran dengannya. Dialah satu-satunya yang mendukung dan mengertikan keinginan Anisa kecil. Teman berkuda, teman berbagi duka.. Laki-laki itulah kebahagiaannya.. di antara merekapun timbul kasih sayang..
PERPISAHAN—Paman laki-laki yang biasa dipanggil ‘Lek’ itu harus pergi untuk menuntut ilmu jauh di Kairo. Itulah awal hari-hari sepi Anisa…
7 tahun kemudian, masih dengan ketidakpuasan terhadap apa yang didapatnya di ponpes, anisa remaja memutuskan melanjutkan kuliah di Jogja..untuk mengecap kebebasan, untuk melihat dunia luar..Tapi itu semua hanya mimpi, seorang perempuan tidak boleh pergi jauh dari rumah tanpa muhrimnya kan???
MIMPI BURUK—Tak disangka, bukan hanya mimpinya akan bangku kuliah yang pupus, Anisa remaja malah dinikahkan dengan putra Kyai sahabat ayahnya. Anisa tidak rela, Anisa hanya ingin kuliah dan kalaupun menikah, bukan dengan dia..
Tapi Anisa lebih sayang keluarganya, toh laki-laki itu belum bercela untuknya. Dia putra kyai, sahabat ayahnya, seorang sarjana, adakah alasan menolaknya??? Sesungguhnya ada, karena Anisa menyayangi seseorang.. yang hadir dan ada dalam mimpi pernikahannya..
Akhirnya pernikahan itupun terjadi..mimpi kuliah hilang sudah karena pria itu benar-benar jauh dari harapannya..harapan yang dipaksakannya ada..pria itu cuma seorang lelaki jahat berkedok dalil Islam..pulang ke rumah 3-4 hari sekali, itupun dalam keadaan mabuk..pulangpun bukan untuk apa, hanya untuk tubuhnya..laki-laki hiper yang entah kenapa takdir menyatukan Anisa dengannya..laki-laki kasar yang hanya bisa mengumpat dan memaksa..biru lebam sudah biasa, perih luka makanan sehari-hari baginya…
Sampai suatu saat, Anisa berontak dengan keadaannya. Diyakinkan hatinya ketika seorang wanita datang dengan perut buncitnya. Hasil perbuatan laki-laki yang dipanggilnya suami..Lengkap sudah, Anisa memaksa pulang ke ponpes..lari dari rumahnya yang bagaikan neraka..
CLBK—Kenangan lama bersemi lagi, ‘Lek’ kesayangannya tanpa disangka pulang ke Indonesia..Menangis hatinya, benci dirasa.. ‘kenapa pergi saat aku meminta jangan pergi?? Putus jalanku saat kamu meninggalkan aku..’ Lewat surat yang sampai padanya, Anisa dan Lek bertemu di sebuah tempat sunyi..mencurahkan isi hati..mengungkapkan yang belum sempat terucap..Tapi…
Anisa lupa diri, sempitnya hati menggelapkan matanya.. Syetan membujuknya mengambil jalan pintas menyelesaikan masalahnya. ZINA, itu pilihannya. Beruntung Lek adalah laki-laki yang takwa..dia berusaha menenangkan Anisa dan memberi jalan lain..Sayang semua terlambat, suami Anisa dan anak buahnya keburu datang memfitnah mereka..mereka diseret paksa dan dihukum lempar batu oleh penghuni ponpes..saat itulah ayahnya syok dan meninggal seketika itu juga..dan Anisa diceraikan oleh suaminya..
MERAIH MIMPI—Setelah itu, hari-hari Anisa dilewatkan dengan berkuliah di Jogja. Melanjutkan mimpi yang tertunda..menyibukkan diri sebagai penulis lepas dan konselor perceraian di woman crisis center..kehidupan baru yang melupakannya dari perih masa lalunya..
PERTEMUAN—Yang tak terduga, Lek menyusulnya ke Jogja. Dia mengajar di sebuah Universitas..dan juga untuk menikahi Anisa..Anisa yang masih menyimpan luka menolak mentah-mentah maksud baik itu. Anisa takut ditinggalkan untuk kedua kali. ‘Cukup sekali saat kamu pergi ke Kairo, aku terluka..’
SEORANG PEREMPUAN MUNGKIN TIDAK MAU BERKALANG DI KETIAK LAKI-LAKI, TAPI BAGAIMANAPUN PEREMPUAN BUTUH LAKI-LAKI UNTUK DICINTAI..
Kalimat itu menggetarkan Anisa dan membujuknya untuk menerima pinangan Lek..apalagi dalam mimpinya, Ayah yang telah tiada datang memberikan restunya..mimpi pernikahan itu terwujud..Kehidupan indah dilalui dengan Lek yang sangat santun dan perhatian..yang memperlakukan istrinya dengan arif dan sabar..traumatik Anisa terhadap kehidupan masa lalunya dihadapi Lek dengan sangat bijak..sampai masa membahagiakan itu datang..dalam rahim Anisa tumbuh janin buah hati mereka..
PULANG—Keadaan itu memaksa Anisa pulang ke ponpes, karena dalam rahimnya ada kelainan yang menyebabkan Anisa harus ekstra menjaga keadaannya..sungguh Anisa trauma kembali ke lingkungan itu..tapi dengan tekadnya, dia memaksa diri untuk pulang, dengan membawa harapan, dia bisa membawa perubahan di ponpes itu.
Memang bukan perjuangan yang mudah, dengan berbekal buku-buku dari Jogja, dia berusaha membuka wawasan putri-putri ponpes akan dunia luar. Dia tidak mau perempuan-perempuan itu mengalami apa yang dia rasa..Wanita harus diberi keadilan, bukan berarti pemberontakan, tapi posisi yang layak dan seimbang..
Perbuatan Anisa dianggap membahayakan oleh Ponpes, karenanya terjadi razia dan pembakaran buku-buku Anisa..tapi dia tak gentar dengan perjuangannya. Perpustakaan untuk santri harus tetap ada..berbekal takwa dan dukungan suaminya yang juga mengajar di ponpes, Anisa tak henti memotivasi santri untuk ekspresif..mencurahkan pemikirannya, keluh kesah dan impiannya. Mereka diajarkan hak nature dan nurture, bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan itu berdampingan, bukan salah satu menjadi budak yang lainnya..
KEPERGIANNYA—Mimpi akan perubahan seakan sulit sekali diraih. Kepemimpinan kakak yang notabene masih kolot, mempersulit perjuangannya. Beruntung dia memiliki suami yang selalu meneguhkan hatinya..bahwasanya membangun rumah itu tidak bisa dalam sehari..bahwasanya berjuang itu tiada henti..keadaan tubuhnya yang sedang mengandung malah memperkuat Anisa untuk bertahan. Bahwasanya dia ingin menularkan semangat perjuangan ke anak dalam kandungannya. Hari itupun datang, buah hati nan lucu lahir di dunia..dalam semangatnya yang tak pernah pudar, dia membesarkan buah hati dalam lingkungan ponpes yang sedang dia perjuangkan perubahannya..tanpa lelah, tanpa pamrih..
Mantan suami yang dia benci ternyata masih berhubungan dengan ponpes milik keluarganya..Malahan ponpes berhutang banyak kepadanya..sampai suatu saat, dia ingin membeli Anisa sebagai ganti hutang ponpes..Keluarga Anisa meradang..Terjadi perkelahian menjaga kehormatan Anisa..
Anisa yang merasa tidak tenang dengan keberadaan mantan suami, meminta untuk kembali pulang ke Jogja…sang suami menuruti..Dia berangkat ke kota dengan pesan bahwasanya APAPUN YANG TERJADI, AKU AKAN SELALU BERSAMAMU..pesan singkat yang ternyata wasiat terakhir dari suami karena di perjalanan itu, sang suami dijemput malaikat maut dengan kecelakaan..
Hancur hati Anisa, apa yang ditakutkannya terjadi sudah. Dia ditinggalkan untuk kedua kalinya..Dia ingin menggugat, tapi kalimat-kalimat indah suami semasa hidupnya terus terngiang..bahwasanya ‘kamu bisa hidup tanpa aku..seorang muslimah tidak akan pernah merasa sepi..karena Allah lebih dekat dari nadi’..
Berbekal kenangan dan motivasi dari mendiang suami, Anisa terus berjuang hingga akhirnya sang kakak tidak bisa lagi mencegahnya..Tiada yang lebih baik dari apa yang diperjuangkan Anisa…dan karena Tuhan menunjukkan jalannya…
Ponpes berubah menjadi lebih baik, wawasan agama diberikan dari berbagai sudut pandang..Tidak ada lagi diskriminasi perempuan..Santri diberi wadah berekspresi sehingga mereka bisa mengembangkan kemampuannya…dan Anisapun hidup selamanya mengembangkan ponpes peninggalan ayahnya bersama keluarganya…
Maaf banget klo kurang touching n g sebagus filmnya..ternyata g mudah menceritakan kembali…maaf ya..mending nton juga filmnya biar lebih lega..thanks…
Keadaan manusia di hari kiamat nanti
Wednesday September 10th 2008, 11:46 pm
Filed under:
!Mixed!
wah seremnya…kok ngomongin kiamat c??? ni gara2 shubuh2 dh hampir tertidur trus dgr suara da’i dr corong masjid…serem tapi tertarik..pa karena serem makanya aku tertarik???
begini ceritanya….
banyak manusia berdoa supaya panjang umur…namun sesungguhnya, akan lebih baik klo umur g panjang2 amat apalagi ampe tau datangnya kiamat..
kapan c kiamat datang??
saat berita koran lebih menarik daripada Al Quran, saat manusia lebih patuh pada teman dan juragan daripada keluarga, saat pakaian lebih penting daripada kelakuan, saat ibadah wajib kalah dengan yang sunnah…
saat kiamat datang, semua yang mati akan mendapat siksa kubur untuk kesalahan2nya di dunia…truz yang masih hidup ampe hari kiamat, g dpt siksa kubur donk??? Ya, dia akan mendapat gantinya yakni bencana kiamat.
saat israfil meniupkan sangkakala yang pertama, maka badai dahsyat akan terjadi, banjir, gempa, segala bencana terhebat yang pernah terjadi tiada tertandingi dengan bencana kiamat. manusia dan makhluk lain yang masih hidup ampe kiamat itu datang akan kesakitan merasakan bencana maha dahsyat itu.dan semua akan mati…
saat sangkakala kedua ditiup, yang mati akan dibangkitkan dari kuburnya..
mereka berbaris dengan api tepat di atas kepala mereka.saking panasnya, tubuh mereka melepuh dan menjadi wujud berbagai macam rupa…akan da 12 jenis rupa.
- Rupa kera, untuk para ahli fitnah
- Rupa babi, untuk mereka yang suka barang haram
- Rupa buta, untuk mereka yang ahli melanggar hukum Allah
- Rupa tuli bisu, untuk mereka yang sombong
- Rupa dengan lidah berdarah, untuk para da’i yang berdakwah tapi tidak melaksanakan
- Rupa dengan tubuh penuh luka, untuk mereka yang bersaksi palsu
- Rupa dengan tubuh berbau bangkai, untuk mereka yang menuruti syahwat
- Rupa linglung, untuk mereka yang suka melanggar hak-hak Allah
- Rupa yang berpakaian timah panas, untuk mereka yang suka gosip, menggunjing
- Rupa dengan lidah melingkar ke leher untuk mereka yang suka mengadu domba
- Rupa mabuk untuk mereka yang membahas hal2 dunia di dalam masjid
- Rupa yang tidak tercakup di 11 poin di atas, untuk mereka yang ahli kebaikan.